Pemerintah mengklaim apa yang mereka sebut sebagai kelompok kriminal bersenjata (KKB) telah menyerang warga dan merusak sejumlah fasilitas bandara. Tiga warga sipil pun harus kehilangan nyawa.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria mengungkapkan, aksi KKB di Kabupaten Puncak, Papua, itu dimulai dua hari lalu (3/6). ”Kontak tembak satuan TNI dan Polri dengan KST (KKB, Red) di sekitar Bandara Aminggaru,” ujar dia.

Aktivitas di Bandara Aminggaru sempat terganggu saat dan setelah kontak tembak terjadi. Sebab, bukan hanya baku tembak dengan aparat keamanan, kelompok tersebut juga merusak sejumlah fasilitas yang ada di bandara itu. Laporan yang diterima Jawa Pos, mereka merusak menara dan membakar salah satu pesawat rusak yang berada di area bandara yang menjadi pintu keluar masuk Puncak tersebut.

Reza mengungkapkan, aparat gabungan TNI dan Polri sempat melihat kobaran api sebelum akhirnya memastikan telah dilakukan pembakaran fasilitas umum oleh KKB. ”Aksi pembakaran yang dilakukan KST tersebut mengakibatkan beberapa bangunan di sekitar Bandara Aminggaru mengalami kerusakan,” terang perwira menengah TNI-AD dengan dua kembang di pundak itu.

Kemarin aparat keamanan gabungan sudah menyisir Bandara Aminggaru dan mengejar KKB yang beraksi di sana. Mereka menyayangkan tindakan KKB. Sebab, fasilitas umum yang berada di bandara tersebut sangat berarti bagi masyarakat yang tinggal di Puncak. ”Tindakan (KKB) itu sangat tidak bertanggung jawab dan mengakibatkan instabilitas di Kabupaten Puncak,” cetus Reza.

Di sela-sela penyisiran kemarin, kontak tembak yang melibatkan aparat keamanan gabungan dengan KKB kembali terjadi. Informasi yang diterima Jawa Pos, baku tembak terjadi pukul 05.30. Setelah sempat mereda, pukul 08.00 kembali terjadi baku tembak.

Setelah olah TKP penyerangan bandara tersebut, diketahui KKB melakukan penembakan terhadap warga. Terdapat tiga warga sipil yang meninggal dunia karena ditembak KKB. Ketiganya merupakan warga Kampung Nipurolome, Distrik Ilaga. Sampai berita ini diturunkan, Jawa Pos belum berhasil meminta tanggapan dari pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka.

Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombespol M. Iqbal Alqudusy menjelaskan, tiga orang yang meninggal dunia tersebut adalah Patianus Kogoya, Petena Murib, dan Nelius Kogoya. Lalu, terdapat empat warga yang mengalami luka-luka. ”Dua jenazah telah dievakuasi,” ucapnya. ”Untuk satu jenazah lagi masih kami lakukan pencarian beserta korban luka-luka lainnya,” terang dia.

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya