Paus Fransiskus merasa terluka atas penemuan sisa-sisa jasad 215 anak-anak di bekas sekolah Katolik untuk siswa pribumi di Kanada.

Paus menyerukan penghormatan terhadap hak dan budaya masyarakat asli. Dia mendesak politikus Kanada dan para pemimpin Katolik bekerja sama menjelaskan temuan tersebut.

Dengan demikian, warga bisa sembuh dari trauma akibat berita mengejutkan tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh Paus Fransiskus di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (6/6/2021).

Namun, meski Paus mengungkapkan kesedihan, dia tidak menyampaikan permintaan maaf---seperti yang dituntut oleh banyak warga Kanada.

Kanada meminta Gereja Katolik meminta maaf atas perbuatan sekolah-sekolah di permukiman, yang beroperasi antara tahun 1831 hingga 1996 dan dijalankan oleh sejumlah golongan Kristen atas nama pemerintah.

Penemuan sisa-sisa anak-anak di Kamloops Indian Residential School di British Columbia, yang ditutup pada tahun 1978, telah membuka kembali luka lama dan memicu kemarahan di Kanada tentang kurangnya informasi dan akuntabilitas.

Sistem sekolah permukiman secara paksa memisahkan sekitar 150.000 anak dari rumah mereka. Banyak yang menjadi sasaran pelecehan, pemerkosaan, dan kekurangan gizi

Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi pada 2015 menyebut tindakan ini sebagai "genosida budaya".

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau juga mengatakan Gereja Katolik harus bertanggung jawab atas perannya dalam menjalankan banyak sekolah tersebut. []

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya