Pemkot Malang Siapkan Safe House Baru untuk Isolasi Pasien COVID-19

Malang - Pemkot Malang menyediakan safe house baru berkapasitas 200 bed. Langkah ini untuk mengurangi warga isolasi mandiri yang berisiko terjadi penularan COVID-19.

Safe house baru ini berada di Rusunawa Universitas Brawijaya (UB), Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Forkopimda Kota Malang ditemani Rektor UB Nuhfil Hanani, hari ini meninjau lokasi safe house untuk memastikan kesiapan dalam menangani pasien COVID-19.

Safe house Rusunawa UB memiliki tiga lantai dengan 50 kamar. Masing-masing kamar memiliki 4 tempat tidur dan kamar mandi dalam. Dilengkapi fasilitas penunjang seperti meja dan almari.

Karena letaknya di dataran tinggi, sirkulasi udara bagus dan dikelilingi pepohonan serta taman. Wali Kota Malang Sutiaji menyebut, fasilitas safe house sudah memadai dan akan digunakan untuk perawatan pasien COVID-19 bergejala ringan.

"Kita lihat, dan setelah kita tinjau, tinggal masuk, bed-nya sudah, ada 50 kamar kali 4, jadi 200 bed yang kita siapkan. Akses dari sini penerimaan menuju bed-nya juga sudah bagus," terang Sutiaji kepada wartawan di sela peninjauan, Selasa (29/6/2021).

Selain safe house Rusunawa UB, Pemkot Malang juga kembali membuka safe house di Jalan Kawi, Kota Malang. Rumah isolasi sebelumnya berkapasitas 60 bed, kini ditambah menjadi 110 bed. Namun separuh kapasitas sudah terisi.

"Kami sudah menghubungi Ibu Gubernur untuk meminta izin membuka kembali safe house di Jalan Kawi. Dari asalnya 60 bed, kini menjadi 110 bed. Dari 60 itu, waiting list sudah 29 bed," ungkap Sutiaji.

Sementara BOR rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Malang telah mencapai 94 persen khusus untuk ICU, dan BOR isolasi mencapai 86 persen.