Kepanikan melanda penduduk Uttar Pradesh, India, setelah Sungai Gangga berubah warna menjadi hijau.

Menurut penduduk setempat, Sungai Gangga memang kerap berubah warna menjadi hijau muda selama musim hujan karena lumut. Namun tidak seperti biasanya, warna hijau saat ini lebih pekat.

"Tapi kali ini perubahan warna lebih banyak. Baunya tidak enak dan orang-orang menderita. Umumnya, ini hanya disaksikan di beberapa ghats (tempat mandi atau kremasi di sepanjang tepi sungai). Sekarang sudah terlihat di mana-mana," kata penduduk Varanasi, Mukesh Sharma.

Penduduk setempat lainnya, Vipul Vats mengatakan, mereka tidak bisa berenang, terlebih minum dengan air sungai.

Para ahli percaya bahwa perubahan warga sungai disebabkan oleh alga microcystis.

“Dari pengamatan visual, tampak alga yang terbentuk dari alga bernama Microcystis, yang biasanya ditemukan di genangan air. Di Gangga, mungkin berasal dari beberapa saluran samping atau sumber tergenang saat hujan," ujar ketua Malviya Pusat Penelitian Ganga di Universitas Hindu Banaras, BD Tripathi, seperti dimuat Sputnik.

"Jika kondisi ini berlangsung lebih lama, dapat menyebabkan kematian ikan karena neurotoksin dan mikrosistin diproduksi oleh alga yang dapat berbahaya bagi hewan air lainnya. Mandi di dalamnya dapat menyebabkan penyakit kulit dan meminumnya dapat membahayakan hati manusia," jelas Tripathi.

Sungai Gangga dianggap sebagai sungai suci di India dan ribuan orang setiap hari mandi di dalamnya. Menurut pemerintah India, ada sekitar 4.500 desa di tepi Sungai Gangga, yang melewati beberapa negara bagian.

Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi meluncurkan program pembersihan yang disebut "Namami Gangga" pada tahun 2015 untuk mencapai pengurangan polusi, konservasi, dan peremajaan sungai. Program tersebut memakan dana hingga 200 miliar rupee. 

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya