Habib Rizieq Shihab (HRS) membawa-bawa sejumlah nama di pleidoinya dalam perkara dugaan penyebaran hoax terhadap hasil tes swab di RS Ummi Bogor. 

Nama-nama yang disebut mulai dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan hingga Ahok.

Sejumlah nama yang disebut itu ada yang mendapat tudingan dari Rizieq. Ada juga yang perkara atau pernyataannya dibandingkan oleh Rizieq.

Berikut nama-nama tersebut:

1. Mantan Menko Polhukam Wiranto

Rizieq menyebut nama Wiranto saat menceritakan perihal dialog dan rekonsiliasi dengan pemerintah. Dia mengungkapkan, pada akhir Mei 2017, Wiranto yang saat itu menjabat sebagai Menko Polhukam meneleponnya yang berada di Arab Saudi.

Wiranto, kata Rizieq, mengajaknya untuk membangun kesepakatan agar tetap membuka pintu dialog dan rekonsiliasi. Rizieq pun mengaku saat itu menyambut baik
ajakan Wiranto. Sebab, dia juga berharap yang sama sejak semula.


2. Kepala BIN Budi Gunawan

Nama Budi Gunawan atau BG juga disebut dalam bab soal dialog dan rekonsiliasi. Rizieq mengungkapkan, dia pernah bertemu dan berdialog langsung dengan BG di salah satu Hotel Berbintang Lima di Kota Jeddah, Arab Saudi. Pertemuan itu pun menghasilkan kesepakatan tertulis.

Kesepakatan tertulis itu ditanda-tangani oleh Rizieq dan Komandan Operasional BIN Mayjen TNI (Pur) Agus Soeharto di hadapan Budi Gunawan. Surat itu, kata Rizieq, kemudian dibawa ke Jakarta dan dipersaksikan serta ditandatangani juga oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang saat itu menjabat Ketua Umum MUI Pusat.

"Di antara isi kesepakatan tersebut adalah 'Stop semua kasus hukum saya dkk' sehingga tidak ada lagi fitnah kriminalisasi, dan sepakat mengedepankan dialog dari pada pengerahan massa, serta siap mendukung semua kebijakan Pemerintahan Jokowi selama tidak bertentangan dengan ajaran Agama Islam dan Konstitusi Negara Indonesia," kata Rizieq dalam pleidoinya, Kamis (10/6/2021).

3. Wakil Presiden Ma'ruf Amin

Masih di poin dialog dan rekonsiliasi, Rizieq juga menyebut nama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Rizieq mengatakan, Ma'ruf Amin yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum MUI menandatangani surat kesepakatan tertulis yang dihasilkan dari pertemuannya dengan Budi Gunawan.

"Hasil pertemuan tersebut sangat bagus, kita buat kesepakatan tertulis hitam di atas putih yang ditanda-tangani oleh saya dan Komandan Operasional BIN Mayjen TNI (Pur) Agus Soeharto di hadapan Kepala BIN dan Timnya, yang kemudian Surat tersebut dibawa ke Jakarta dan dipersaksikan serta ditanda-tangani juga oleh Ketua Umum MUI Pusat KH Ma'ruf Amin yang kini menjadi Wakil Presiden RI," tutur Rizieq.

4. Mendagri Tito Karnavian

Nama Tito Karnavian juga disebut dalam poin soal dialog dan rekonsiliasi. Rizieq mengaku dua kali bertemu dan berdialog dengan Tito yang saat itu menjabat sebagai Kapolri RI pada tahun 2018 dan 2019. Pertemuan itu digelar di salah satu Hotel Berbintang Lima di dekat Masjidil Haram, Mekah. Dalam pertemuan itu, Rizieq menyatakan siap tidak terlibat sama sekali dengan urusan politik praktis terkait Pilpres 2019 dengan tiga syarat.

5. Pangkostrad Mayjen Dudung Abdurrahman


Nama Mayjen Dudung Abdurrahman disebut Rizieq usai berbicara soal kesepakatan dan dialog dengan Wiranto, BG dan Tito. Rizieq menuding Dudung - yang saat itu menjabat sebagai Pangdam Jaya - tanpa sebab yang jelas mengancam dan menantang perang FPI saat apel Kodam Jaya di Monas, serta menurunkan pasukan perang dan kendaraan tempur untuk menurunkan baliho di Petamburan.

Rizieq bahkan turut mendoakan Dudung yang kemudian diangkat menjadi Pangkostrad. Dia mendoakan semoga dengan jabatan barunya, Dudung berani mengerahkan pasukan ke pertempuran, bukan Petamburan.

"Kini Sang Pangdam yang sukses dalam operasi penurunan baliho diangkat menjadi
Pangkostrad, saya doakan semoga dengan jabatan barunya berani mengerahkan pasukan ke pertempuran bukan ke Petamburan, khususnya ke Papua untuk melawan para teroris separatis yang sedang merongrong NKRI dan membunuhi aparat dan warga sipil," tutur Rizieq.

6. Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran

Nama Fadil Imran muncul di bab 3 soal 'dari rumah sakit ke ruang sidang'. Pertama, Rizieq menyebut nama Fadil bersama Mayjen Dudung saat bicara soal kematian 6 laskar pengawalnya. Kedua, dia menyebut Fadil mengancamnya dan FPI.

"Entah kenapa, pada hari Kamis tanggal 3 Desember 2020 Kapolri Jenderal (Pol) Idham Aziz umbar ancaman keras terhadap saya dan FPI. Lalu esoknya hari Jumat tanggal 4 Desember 2020 Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Fadil Imran juga ancam sikat saya dan FPI," kata Rizieq.

7. Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Idham Aziz

Nama Idham Aziz disebut bersamaan dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran. Rizieq menyebut Idham mengumbar ancaman kekerasan terhadapnya, yang kemudian disusul oleh Fadil.

8. Wali Kota Bogor Bima Arya

Dalam pleidoinya, Rizieq juga menyeret nama Bima Arya. Dia menuding Bima Arya berbohong dalam kasusnya. Setidaknya, ada 10 kebohongan yang disebut Rizieq disampaikan Bima Arya.

"Sepuluh kebohongan dan kelicikan Bima Arya," ucap Rizieq saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam kasus hasil swab RS Ummi, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (10/6/2021).

9. Ahok

Nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga kerap disebut Rizieq. Setidaknya, 7 kali nama Ahok disebut.

Rizieq membandingkan kasusnya dengan kasus Ahok. Dia heran tuntutan terhadapnya justru jauh lebih tinggi dari tuntutan terhadap Ahok dalam kasus penistaan agama.

Nama Ahok juga kembali disebut saat Rizieq menyebut adanya sejumlah pejabat dan tokoh nasional yang merahasiakan kondisi kesehatan mereka saat terpapar COVID-19. Salah satunya yakni Ahok.

10. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Nama Airlangga disebut bersamaan dengan Ahok dan anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay. Airlangga disebut saat Rizieq menyampaikan adanya sejumlah pejabat dan tokoh nasional yang merahasiakan kondisi kesehatan mereka saat terpapar COVID-19. Rizieq mengatakan, Ketum Partai Golkar itu juga merahasiakan dirinya terkena COVID-19.

11. Menko Polhukam Mahfud Md

Rizieq menyebut nama Mahfud Md saat menuding penegakan hukum di Indonesia mudah diperjualbelikan. Dia pun mendukung tudingannya itu dengan pernyataan-pernyataan yang disampaikan Mahfud Md terkait industri hukum.

12. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

Rizieq menyebut Menteri Agama, yang tak lain adalah Yaqut Cholil Qoumas saat membandingkan soal kebohongan dan keonaran pejabat negara dengan kasus RS Ummi. Dia mengungkapkan, pernyataan Yaqut soal kuota haji seharusnya dikategorikan sebagai kebohongan yang menimbulkan keonaran.

"Kasus kebohongan dan keonaran yang terbaru saat ini adalah kebohongan nasional yang dilakukan oleh Pimpinan DPR RI dan Menteri Agama RI tentang Pembatalan
Pelaksanaan Ibadah Haji Tahun 2021 dengan dalih Pemerintah Saudi tidak memberikan Indonesia Quota Haji, yang ternyata berita soal Quota tersebut adalah hoax alias bohong, sebagaimana dijelaskan oleh Dubes Saudi untuk RI Syeikh 'Isham bin Ahmad bin 'Abdi Ats-Tsaqofi pada tgl 3 Juni 2021 dalam suratnya yang ditujukan langsung kepada Ketua DPR RI," kata Rizieq.

13. Pimpinan DPR

Pimpinan DPR juga disebut Rizieq dalam pleidoinya. Pimpinan DPR yang dimaksud yakni Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Dasco disinggung Rizieq bersamaan dengan nama Menag. Rizieq menyebut, pernyataan Dasco soal kuota haji seharusnya dikategorikan sebagai kebohongan yang menimbulkan keonaran.

14. Diaz Hendropriyono

Dalam pleidoinya, Rizieq juga menyebut nama Staf Presiden bidang Intelijen Diaz Hendropriyono. Rizieq menuding Diaz terlibat dalam kematian 6 laskar pengawalnya pada 7 Desember 2020 lalu. Dia mencurigai keterlibatan Diaz berdasarkan postingan media sosial putra mantan Kepala BIN AM Hendropriyono itu.

"Pesan singkat dalam akun Instagram dan Twitter Resminya dengan bunyi: 'Sampai Ketemu di 2026'. Ini isyarat jelas tentang rencana mengkandangkan SAYA untuk
waktu yang lama. Diaz sebagaimana ayahnya AM Hendropriyono masih belum puas dengan Pembantaian 6 Laskar Pengawal SAYA, sehingga masih terus mengejar agar saya dihukum berat," kata Rizieq.

15. Eks Kepala BIN AM Hendropriyono

Nama eks Kepala BIN AM Hendropriyono juga dibawa-bawa dalam pleidoi Rizieq. Hendropriyono bersama putranya, Diaz Hendropriyono disebut belum puas dengan kematian 6 laskar pengawalnya dan ingin agar Rizieq dihukum berat.

16. Denny Siregar, Abu Janda hingga Ade Armando dkk

Nama pegiat media sosial Denny Siregar, Abu Janda hingga Ade Armando juga disebut-sebut Rizieq. Rizieq menilai mereka kebal hukum. Dalam pleidoinya, Rizieq juga menyebut diproses hukumnya Denny Siregar, Abu Janda hingga Ade Armando sebagai salah satu syarat yang diajukan untuk tak terlibat di Pilpres 2019 saat bertemu Tito Karnavian di Mekah.

Selain ketiga nama itu, Rizieq juga menyebut nama Eko Kuntadi, Guntur Romli dan akun @digembook yang disebutnya sebagai BuzzeRp. Dia menilai mereka kerap mencuit yang berisi hinaan dan fitnahan namun tak pernah diproses maupun ditangkap.

17. Djoko Tjandra, Pinangki, Brigjen Prasetyo, Arya Askhara

Rizieq juga membandingkan kasusnya dengan kasus Djoko Tjandra. Dia pun heran tuntutan yang diajukan jaksa kepadanya lebih tinggi dari Djoko Tjandra, Jaksa Pinangki, Brigjen Prasetyo dan mantan Bos Garuda Ary Askhara.

18. Ratna Sarumpaet

Rizieq juga membawa-bawa kasus Ratna Sarumpaet. Menurut Rizieq, kasusnya tak layak disamakan dengan kasus Ratna Sarumpaet. Sebab, kasusnya merupakan kasus pelanggaran administrasi. Sedangkan Ratna Sarumpaet memang sengaja berbohong.

"Jadi, cara JPU menganalogikan atau mengqiyaskan Kasus Pelanggaran Prokes RS Ummi dengan Kasus Kebohongan Ratna Sarumpaet adalah cara-cara kotor dan jorok serta menjijikkan, yang tidak akan pernah dilakukan oleh orang yang masih punya iman dan rasa malu," ujar Rizieq.

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya