4 Penyebab Elektabilitas Ganjar Meroket Versi Ganjarist



Elektabilitas Ganjar Pranowo mengungguli Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dalam survei Voxpol Center Research and Consulting. 

Kelompok pendukung Ganjar bernama Ganjarist (Ganjar Pranowo Menuju Indonesia Satu) menilai terdapat faktor internal dan eksternal yang membuat elektabilitas Ganjar tinggi.

Ketua Umum (Ketum) Ganjarist, Mazdjo Pray, menyebut faktor internal yang menyebabkan melambungnya elektabilitas Ganjar adalah huru-hara yang ada di tubuh internal PDIP wilayah Jawa Tengah.

"Ketika kejadian huru-hara di kandang PDIP khususnya di Jawa Tengah Itu otomatis tiba-tiba masyarakat menoleh ke sosok yang namanya Ganjar Pranowo tadinya keterkenalan Ganjar hanya 52% tapi karena berita ini membombardir dengan kehadiran Ganjar ini otomatis naik keterkenalannya naik," jelas Mazdjo ketika dihubungi detikcom, Minggu (4/7/2021).

Diketahui, hari Sabtu, 22 Mei 2021, PDIP menggelar acara Pembukaan Pameran Foto Esai Marhaen dan Foto Bangunan Cagar Budaya yang dihadiri Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani di kantor DPD PDIP Jawa Tengah.

Dalam draft rundown acara, tamu yang diundang untuk hadir termasuk seluruh kepala daerah di Jateng dari PDIP, namun tertulis 'kecuali gubernur'. Ganjar ditangkal dengan tidak diundang menghadiri acara kepartaian yang diselenggarakan di kota tempat tinggalnya sendiri, di Semarang.

Kembali ke Ganjarist, Mazdjo juga menyoroti pesaing Ganjar di survei Voxpol, yakni Prabowo dan Anies. Keduanya dinilai melakukan blunder sehingga masyarakat berada di sisi Ganjar.

"Pak Anies disini tidak memanfaatkan panggung sedemikian lebar tapi justru dia memanfaatkan satu panggung itu pun tidak dengan baik. Ada beberapa blunder, bunder terakhir adalah anak buahnya yang dalam kutip mengemis ke Kedubes," terang Mazdjo.

'Mengemis' yang dimaksud Mazdjo yakni ketika Pemprov DKI Jakarta mengirimkan surat permintaan bantuan donasi kepada dubes-dubes asing di Jakarta untuk penanganan COVID-19.

Selanjutnya, kinerja Prabowo juga disorot. Salah satunya yakni terkait heboh isu anggaran Rp 1.700 triliun untuk membeli alutsista selama 25 tahun.

"Pak menteri ini kan kinerjanya terakhir disorot dengan kasus Rp 1.700 triliun," terang Mazdjo.

"Semacam Pak Prabowo dan Pak Anies dalam survei itu sudah mentok keterkenalannya sudah 90% lebih, bahkan Pak Prabowo 97%," tuturnya.

Selain itu, aksi Ganjar turun langsung dari daerah ke daerah lainnya di Jawa Tengah demi memantau situasi terkini penanganan COVID-19 juga menjadi faktor tingginya elektabilitasnya.

"(Ganjar) Tidak males ya. Tiap pagi dia bersepeda, siangnya sudah makan di Kabupaten mana (salah satu wilayah di Jateng), sorenya webminar dengan pemerintah pusat juga sudah ada di Kabupaten mana, terus mobile nggak ada capeknya itu orang," lanjutnya.

Survei Voxpol
Survei dilakukan pada 22 Juni hingga 1 Juli 2021 dengan pengambilan sampel menggunakan metode stratified random sampling. Jumlah sampel dalam survei adalah 1.200 dengan toleransi kesalahan (margin of error) sebesar 2,83% pada tingkat kepercayaan 95%.

Disebutkan, elektabilitas Prabowo berada pada peringkat kedua dengan jumlah 18,9%. Sedangkan posisi pertama ditempati Ganjar Pranowo dengan jumlah 19,2%.

Berikut hasil survei Voxpol terkait elektabilitas capres 2024, dengan peringkat 6 teratas:

1. Ganjar Pranowo 19,2%.
2. Prabowo Subianto 18,9%.
3. Anies Baswedan 14,1%
4. Sandiaga Uno 8,3%
5. Ridwan Kamil 5,8%
6. Agus Harimurti Yudhoyono 5,4%