Banyak Warga Terpapar Corona, Wali Kota Surabaya Menangis dalam Doa



Kasus COVID-19 di Kota Surabaya terus naik. Hingga 1 Juli 2021, ada 652 kasus COVID-19 aktif di Kota Pahlawan.

Bahkan, BOR RS rujukan pasien COVID-19 di Surabaya juga sudah mencapai 100 persen. 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun menggelar doa bersama dan membaca Yasin di balai kota.

Di pengujung doa bersama, Eri khusyuk memanjatkan doa agar pandemi COVID-19 lekas berlalu. Agar tidak semakin banyak warga terpapar dan meninggal dunia. Dengan suara yang bergetar, Eri pun tak sanggup menahan derai air mata. Berkali-kali ia mengusap air matanya.

Eri mengatakan, ia hanya berdoa. Ia juga bertanya, siapa yang tega melihat keluarga masuk RS? Bahkan saat melihat pasien kasus COVID-19 menggunakan ventilator dari jauh, hatinya serasa teriris.

"Yang saya bayangkan, ketika itu terjadi pada orang yang kita cintai. Padahal sekarang seluruh warga Surabaya adalah keluarga saya. Saya harus melihat mereka sakit. Karena itu saya tidak kuat menahan air mata. Ketika melihat saudara kita banyak yang meninggal, banyak yang sakit," kata Eri di Balai Kota usai doa bersama, Kamis (1/7/2021).

Oleh karena itu, ia mengajak jajaran Pemkot Surabaya untuk berdoa bersama. "Dalam hati tadi saya bilang ya Allah jika bisa ditukar dengan jabatan saya nggak papa, sing penting warga Surabaya sehat kabeh (semua). Sebagai pemimpin rela menerima semuanya. Tapi doa saya hanya satu. Saya ikhlas menerima semuanya. Tapi sembuhkan warga Surabaya," ujarnya.

Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini menjelaskan, jika pandemi di Surabaya bisa diganti dengan masa jabatannya, maka ia rela melakukannya.

"Karena pemimpin ini susah. Karena pemimpin yang menentukan, yang dihisab pertama kali ya pemimpin. Ditanya bisa adil atau tidak. Ketika bisa ditukar apapun, sebagai seorang pemimpin, lek warga Suroboyo iki waras (sehat), insyaallah siap," jelasnya.

Ia menyampaikan, setiap hari Kamis Pemkot Surabaya, baik di tempat maupun zoom dengan RT, RW, LPMK dan warga melakukan pembacaan suratul yasin dan doa bersama setelah asar. Setelah itu, Jumat pagi ada khotmil Qur'an untuk seluruh OPD.

"Jadi insyaallah akan dijadikan rutin karena kita merasa bahwa kekuatan kita, ikhtiar dunia saja tidak bisa menyelesaikan masalah kasus COVID-19. Sudah banyak keluarga besar Surabaya meninggal. Semua musibah ini karena gusti Allah, karena cobaan dari Gusti Allah," pungkas Eri.