Berani Geber-geber TNI, Wajah Pemuda Anggota Ormas Loreng-Oren Bonyok saat Minta Maaf



Beginilah nasib Acep, pemuda anggota ormas loreng oranye-hitam usai sok jago menantang anggota TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 303/Setia Sampai Mati (SSM), di Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, belum lama ini.

Dalam video yang diunggah kanal YouTube Patriot Nusantara, rupa wajah Acep sama sekali berbeda dari biasanya.

Pada video tersebut, wajahnya terlihat bonyok seperti bubur sambil memegang kertas berisi pernyataan maaf kepada TNI.

"Asalamu'alaikum wr, wb. ..bahwa saya menyatakan menyesal telah beredarnya screenshot status WhatsApp saya di media sosial yang isinya menantang instansi TNI. Saya megakui kesalahan atas kejadian itu yang menyebabkan keserahan khususnya kepada TNI di seluruh Indonesia. Oleh karena itu sata meminta maaf kepada seluruh TNI di seluruh Indonesia atas perbuatan tidak menyenangkan yang telah saya lakukan dan saya berjanji untuk tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut," katanya, membacakan permintaan maafnya dan mengaku tidak ada paksaan dari pihak mana pun.

Padahal sebelumnya, pada sebuah fotonya yang beredar di media sosial, tampangnya terlihat imut alih-alih sangar sebagaimana anggota ormas pada umumnya. Di situ ia tersenyum manis dengan balutan jaket loreng oranye-hitam khas ormas di mana ia bergabung.

Pada fotonya yang lain, ia terlihat terdiri dengan tangan bersidekap di bawah dada di samping sepeda motornya. Ia memakai jaket loreng oranye-hitam dan celana jins biru. Sepeda motornya pun dicat menyerupai identitas ormasnya.

Seperti diketahui, Acep sok jago menantang prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 303/Setia Sampai Mati (SSM), di Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Pada awalnya, Acep menggeber-geber sepeda motor gedenya persis di depan Markas Komando Yonif Raider 303/SSM, saat ia melaju dari arah kecamatan Bungbulang ke arah Garut. Selain menggeber, ia juga memacu mogenya dengan kecepatan tinggi.

Acep diduga tak peduli kalau ada aturan bahwa kendaraan harus mengurangi kecepatan di kawasan militer.

Kelakuan Acep pun menyita perhatian anggota Yonif Raider 303/SSM yang saat itu tengah bertugas jaga. Prajurit tersebut sempat memberitahu kepada Acep agar mengurangi kecepatan motornya.

Namun, bukannya menurut, Acep malah menggeber mogenya lebih keras, seakan-akan menantang.

Tak ayal, pemuda tersebut pun dihentikan lajunya oleh prajurit dengan dihalau rem depan motornya. Barulah akhirnya, motor pemuda tersebut tak lagi mengeluarkan suara bising.

Prajurit kemudian mencoba menasihati pemuda tersebut, namun pemuda anggota ormas itu malah bersikap arogan dan menjawab dengan nada tinggi.

Prajurit tersebut tetap sabar menghadapi pemuda tersebut dan akhirnya membiarkannya pergi.

Beberapa saat kemudian, rupanya pemuda tersebut tak terima atas apa yang dialaminya.

Ia lantas mengunggah gambar tangkapan layar status WhatsApp di media sosial, dengan narasi menantang TNI.

"Samaruk aing jelema biasa meren eta cek TNI anyar. Aingah ngarendah we hela. Nyaho aing tukangen ngakalakeun. Tungguan we maneh loreng hejo aing loreng ORANGE wani di adu ge (Dikira saya manusia biasa oleh TNI baru. Saya merendah saja dulu, nanti akan tahu siapa saya. Tunggu saja, Anda loreng hijau, saya loreng oranye, berani diadu sekalipun)," tulisnya pada unggahannya.

Selain itu, ia juga menulis bahwa dirinya tidak terima dipukul oleh prajurit TNI.

"Saya atas nama Acep, pemuda pancasila Kabupaten Garut tidak terima atas pemukulan secara tidak langsung kepada saya oleh anggota TNI yang sedang berjaga di asrama Cibuluh Kabupaten Garut. Saya dipukul secara tidak langsung oleh anggota TNI tersebut karena saya sedang memakai jaket pemuda..." tulisnya.

Dari situ, pihak Yonif Raider 303/SSM langsung mengamankan AS dan memintanya untuk mengklarifikasi unggahannya.