Capai 2.069 Orang, Indonesia Jadi Negara dengan Kematian Harian Tertinggi Dunia



Kasus positif COVID-19 di dunia masih terus menunjukkan tren meningkat. Berdasarkan data dari World O Meter, hingga Rabu (28/7/2021) pukul 07.00 WIB, ada 195.921.923 kasus positif COVID-19 secara global.

Dari jumlah itu, angka kematian akibat virus corona juga terus mengalami pertambahan hingga mencapai 4.192.175 kasus. Di sisi lain, kasus sembuh pun meningkat menjadi 177.625.012 orang.

Dari total 195,9 juta kasus positif COVID-19, sebanyak 14.104.7367 kasus di antaranya merupakan kasus aktif. Sementara, sebanyak 181.817.187 kasus COVID-19 dianggap selesai akibat kematian atau kesembuhan.

Sebanyak 99,4 persen atau 14.019.041 kasus aktif COVID-19 saat ini masuk dalam kategori gejala dan kondisi ringan. Sementara itu, 0,6 persen sisanya atau sebanyak 85.695 orang dalam kondisi serius atau kritis.

Adapun lima negara di dunia dengan kasus positif COVID-19 terbanyak masih dihuni oleh Amerika Serikat (AS), India, Brasil, Rusia, dan Prancis.

AS masih menjadi negara dengan kasus COVID-19 terbanyak, yakni 35.342.750 kasus. Kemudian India di tempat kedua 31.483.411 kasus, lalu ada Brasil 19.749.073 kasus, Rusia 6.172.812 kasus, dan Prancis 6.026.115 kasus.

Di wilayah Asia, Turki menjadi negara kedua setelah India yang mengalami kasus virus corona terbanyak, yakni 5.638.178 kasus.

Kemudian disusul Iran 3.758.197 kasus, Indonesia 3.239.936 kasus, dan Irak 1.577.013 kasus.

AS, Indonesia, dan India tercatat menjadi negara dengan penambahan kasus harian COVID-19 terbanyak. Masing-masing bertambah 52,1 ribu kasus, 45,2 ribu kasus, dan 42,9 ribu kasus.

Di sisi lain, Indonesia menjadi negara yang mengalami kematian harian tertinggi akibat COVID-19. Indonesia mencatat adanya penambahan kematian baru akibat COVID-19 hingga 2.069 orang per Selasa, 27 Juli 2021.

Kemudian disusul Brasil sebanyak 1.320 kematian dan Rusia 779 kematian.

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 RI menggelar kampanye 5M untuk menyetop penyebaran virus corona, yakni menjaga jarak, menggunakan masker, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan mencuci tangan menggunakan sabun serta air mengalir demi mencegah penularan virus tersebut.

Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, maka diharapkan dapat memutus mata rantai penularan COVID-19. Oleh karenanya, menjalankan gaya hidup 5M akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita.