Dahlan Iskan Sebut Indonesia Sudah jadi Juara Dunia Covid-19, Apa Sebabnya?



Bekas Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyoroti kenaikan kasus Covid-19 di Tanah Air. Ia pun menyebut Indonesia sebagai juara dunia Covid-19.

"Data Worldometer Selasa pagi lalu memang mengagetkan. Indonesia sudah menjadi juara dunia Covid-19: 29.745 orang. Kemarin sore jadi 31.000. India sudah terkendali, tinggal 26.612," tulis Dahlan di laman pribadinya, disway.id, Rabu, 7 Juli 2021.

Dinukil dari laman covid19.go.id, jumlah kasus konfirmasi Covid-19 di Indonesia adalah sebanyak 2.417.788 pada Kamis, 8 Juli 2021. Angka tersebut naik 38.391 dari sebelumnya.

Dari laman yang sama, tercatat bahwa kasus sembuh mencapai 1.994.573 atau bertambah 21.185 dari sebelumnya. Adapun kasus aktif 359.455 alias naik 16.354 kasus dan kasus meninggal 63.760 atau naik 852 kasus.

Sorotan Dahlan bermula dari cerita bahwa pelatih senam dansanya yang bernama Ali Murtadlo positif Covid-19. Padahal, kata dia, Ali sudah disuntik Vaksin Nusantara yang dikembangkan eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Setelah mendapat kabar Ali Murtadlo positif Covid-19, Dahlan mengatakan langsung menginformasikannya kepada Terawan selaku inisiator vaksin tersebut. mendapat kabar tersebut, ujar dia, Terawan mengatakan bahwa penularan saat ini memang begitu tinggi. Terawan pun meminta Ali untuk menjaga imun, istirahat, dan isolasi mandiri.

Meskipun positif tertular Corona, kata dia, pelatih senamnya itu tidak mengalami gejala apa-apa. Kondisi terakhir Ali, kata dia, adalah suhu badannya 36 derajat dan saturasi oksigen 99.

Menurut Dahlan, Ali diduga terpapar virus tersebut setelah mengantar dua asisten di rumahnya pulang ke Pacitan. Dua orang tersebut pun kemudian diketahui positif Covid-19.

Dahlan sempat mempertanyakan mengapa Ali bisa tertular Covid-19, padahal sudah disuntik Vaksin Nusantara. Ia pun menanyakan hal itu ke Guru Besar Biologi Molekuler dari Universitas Airlangga (Unair), Chairul Anwar Nidom.

Mengutip pernyataan Nidom, Dahlan menuliskan bahwa Ali diduga terpapar Covid-19 varian delta. Ketua Tim Laboratorium Professor Nidom Foundation (PNF) itu, tutur dia, menyatakan bahwa orang yang sudah divaksin, termasuk Vaksin Nusantara, masih bisa tertular penyakit tersebut apabila ada varian baru. Namun, Nidom mengklaim vaksin Nusantara bisa menyesuaikan diri dengan cepat ketimbang vaksin lainnya.

Menyitir pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Dahlan mengatakan sebanyak 90 persen kasus penularan Covid-19 di Jakarta belakangan ini adalah varian delta.

"Kini varian Delta sudah begitu meluas. Vaksinnya belum ada. Masih akan lama. Yang siap membendungnya, yang dalam waktu paling singkat, adalah VakNus. Itu kalau penjelasan Prof Nidom bisa kita pegang," tutur Dahlan Iskan.