Detik-detik Kericuhan Operasi PPKM Darurat di Surabaya



Operasi PPKM darurat di Bulak Banteng, Kenjeran Surabaya pada Sabtu (10/7) malam berakhir ricuh. Warga yang tak terima ditertibkan melawan dan melempari mobil polisi.

Kejadian itu bermula pada pukul 22.00 WIB saat petugas gabungan yang terdiri dari Polsek Kenjeran, Satpol PP, dan kecamatan menggelar operasi PPKM Darurat. 

Saat itu petugas hendak menyita KTP pengunjung di salah satu warung di Jalan Bhinneka Raya, Bulak Banteng Baru.

Namun penyitaan itu kemudian dilawan oleh warga dengan teriakan tantangan ke petugas. Teriakan itu juga kemudian mengundang warga lain dan akhirnya terjadilah aksi pelemparan dan pengejaran petugas.

Kalah jumlah, petugas kemudian lari dan masuk ke mobil operasional. Namun lemparan dan pukulan ke mobil petugas terus dilakukan massa sambil meneriakkan kata umpatan dan usiran.

Operasi pada warung-warung yang masih buka di atas pukul 20.00 WIB memang rutin digelar selama PPKM darurat. Adapun yang diketahui masih buka, petugas tak segan menindak menyita KTP bahkan para pedagang dikenai denda dari Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya AKBP Ganis Setyaningrum mengaku menyayangkan aksi warga. Sebab operasi PPKM Darurat itu digelar untuk keselamatan dan kesehatan bersama dari pandemi COVID-19 yang semakin menggila.

"Tentunya kami sangat menyayangkan atas kejadian tersebut , oleh karena itu kami mengharapkan agar masyarakat mendukung kebijakan Pemerintah Pusat terkait PPKM darurat demi kesehatan dan keselamatan bersama," terang Ganis.

Menurut Ganis, kericuhan antara petugas dan warga itu disertai perusakan yang dilakukan warga. Tercatat ada 1 unit mobil milik Polsek Kenjeran pecah kacanya akibat lemparan dan pukulan benda keras dari warga.

"Iya ada 1 unit milik Polsek Kenjeran. Dan Terkait kejadian perusakan tersebut sedang ditindaklanjuti," terang Ganis.