Istri Presiden Haiti Angkat Bicara: Suami Saya Dibunuh Sekejap Mata



Istri dari Presiden Haiti yang terbunuh Jovenel Moise, yakni Martine Moise akhirnya angkat bicara untuk pertama kalinya sejak orang-orang bersenjata menyerbu rumahnya di Port-au-Prince pekan kemarin.

Dalam pesan audio yang diunggah di akun Twitter resminya pada akhir pekan ini, Martine mengaku bahwa serangan yang membunuh suaminya itu terjadi dalam sekejap mata.

"Saya hidup, terima kasih kepada Tuhan," kata Martine Moise dalam bahasa Kreol di pesan audio itu, yang kemudian dikonfirmasi oleh Menteri Budaya dan Komunikasi Haiti, Pradel Henriquez kepada kantor berita AFP.

"Saya masih hidup tetapi saya telah kehilangan suami saya Jovenel," tambahnya.

Diketahui bahwa Jovenel Moise yang berusia 53 tahun dibunuh oleh orang-orang bersenjata pada dini hari Rabu (7/7). Pihak berwenang di Haiti mengtakan bahwa serangan itu sangat terkordinasi oleh kelompok yang sangat terlatih dan bersenjata lengkap.

Mereka mengatakan, sebuah komando bersenjata yang terdiri dari 28 pria yang terdiri dari 26 orang Kolombia dan dua orang Haiti-Amerika menyerbu masuk dan menembaki pasangan itu di rumah mereka. Tujuh belas orang telah ditangkap sejauh ini dan setidaknya tiga tersangka tewas, Meski begitu belum jelas apa motif di balik penyerangan tersebut.

Pasca serangan terjadi, Martine Moise segera dilarikan ke rumah sakit di Haiti sebelum kemudian dievakuasi ke Miami, Florida, untuk perawatan lebih lanjut.

"Dalam sekejap mata, tentara bayaran memasuki rumah saya dan menembaki suami saya dengan peluru, bahkan tanpa memberinya kesempatan untuk mengatakan sepatah kata pun," katanya dalam pesan audio.


Dia juga meminta warga Haiti untuk tidak kehilangan arah setelah serangan yang membuatnya terluka juga.

“Kita tidak bisa membiarkan darahnya tumpah dengan sia-sia," sambungnya.