Kibarkan Bendera Putih, Relawan "Lapor Covid-19" Sudah Tidak Bisa Bantu Warga Cari Rumah Sakit



Kegawatdaruratan kasus Covid-19 di Indonesia bukan isapan jempol belaka.

Meski pemerintah terus berupaya menekan angka penyebaran kasus Covid-19, data menunjukkan penularan virus corona masih terus meningkat.

Bahkan masifnya penyebaran Covid-19 secara nasional telah berdampak pada tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit sudah hampir tak bisa menampung pasien Covid-19.

Hal ini turut dirasakan Koalisi Warga untuk Covid-19 yang menggagas platform LaporCovid19. Melalui media sosial resminya, LaporCovid19 mengumumkan tak bisa lagi membantu masyarakat dalam mencari rumah sakit untuk pasien Covid-19.

"Mulai 1 Juli 2021, kanal LaporCovid19 tidak mampu menerima permintaan bantuan pencarian RS karena relawan kami sudah sangat kesulitan mencari faskes (fasilitas kesehatan)," demikian keterangan LaporCovid19 dikutip dari akun Twitternya, Kamis (1/7).

Masyarakat diimbau untuk mencari sendiri ke Puskesmas, rumah sakit atau menghubungi Dinas Kesehatan setempat atau langsung ke Kementerian Kesehatan bila kesulitan mendapatkan rumah sakit.

"Semoga kapasitas faskes diperkuat, nakes dilindungi, dan sstem informasi rujukan diperbaiki," jelas platform tersebut.

Menipisnya tingkat keterisian rumah sakit sebelumnya juga sudah disampaikan Presiden Joko Widodo. Pada Rabu kemarin (30/6), Presiden Joko Widodo mengumumkan BOR rumah sakit di Indonesia sudah mencapai 72 persen secara nasional.

Bahkan di beberapa provinsi besar, angkanya diklaim telah melebihi 90 persen. Salah satunya di Provinsi Jawa Barat.

Dari data dari Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Provinsi Jawa Barat (Pikobar) pada (30/6), tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit yang melayani Covid-19 dan tidak melayani Covid-19 telah mencapai 91,12 persen dengan rincian sebanyak 15.276 dari total 16.765 tempat tidur telah terisi.