Langgar PPKM Darurat, 137 Warga Diajak Tour of Duty ke Makam COVID-19-Liponsos

Surabaya - Pelanggar PPKM Darurat di Surabaya mendapat efek jera. Satgas COVID-19 Surabaya mengajak 137 pelanggar 'tour of duty' diajak keliling ke makam dan merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Liponsos selama 5 hari.

Mereka terjaring saat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Kapolres Tanjung Perak, Danrem, Kejari Surabaya dan jajaran lainnya berkeliling ke Kota Pahlawan, Sabtu malam (3/7/2021) hingga Minggu (4/7/2021) dini hari. Dimulai dari Taman Surya, rombongan berkeliling kota di antaranya menuju Gentengkali, Tunjungan, Embong Malang dan Pasar Kembang serta beberapa titik lainnya.

Di tengah perjalanan, tepatnya di Jalan Indrapura, Eri menemukan sekelompok pemuda tengah pesta miras. Bahkan ada yang tidak memakai masker. Tanpa butuh waktu lama langsung diangkut untuk diajak tour of duty.

"Ada beberapa yang masih buka, sehingga kita lakukan pembinaan. Caranya, yang masih lebih dari jam kita ambil KTPnya. Ada 1 tadi tempat yang kita berhenti, ada minuman keras. Jadi kita amankan dan bawa," kata Eri kepada wartawan di Balai Kota Surabaya.

Dia berharap, warga Surabaya patuh dan mengerti aturan PPKM Darurat ini. Jika memang waktunya sudah ditutup, maka harus berhenti. Bila dikasih batas akhir tapi masih di luar, maka akan dibawa untuk tour of duty.

"Kita masukkan ke dalam bus, kita ajak tour of duty, kemana? Ke Makam Keputih. Bisa dilihat bahwa sampai 24 jam saudara-saudara kita itu masih melakukan pemakamam jenazah. Dipikir bohong. Biar dilihat sendiri, ini loh dampaknya kalau tidak jaga kesehatan. Kalau jam malam dilebihi, terus minum minuman keras, ada yang ga pakai masker, minum, ngumpul," jelasnya.

"Nanti saya ajak ke RSU dr Soetomo yang saat ini sudah tidak cukup lagi. Karena banyak RS yang IGD-nya ditutup. Jadi biar sadar dari hatinya. Kalau Surabaya ini sudah membutuhkan dari hatinya warga Surabaya, ojok seperti ini. Jadi biar sadar kita ajak tour of duty," ujarnya.

Setelah melihat proses pemulasaraan hingga pemakaman COVID-19 di TPU Keputih, para pelanggar kemudian melanjutkan tour ke Liponsos. Mereka diberi sanksi sosial, dengan mengurus dan memberi makan ODGJ selama 5 hari.

"Di Liponsos kita akan swab, setelah itu nanti dari satgas, pasti ada kerja sosial 5 hari lah sesuai perda. Nanti ada Kasatpol PP, Linmas yang akan menggodog itu. Sehingga apa yg akan dilakukan. Hari ini teman-teman sudah dibawa oleh Satpol PP untuk tour of duty," urainya.

Sementara Kepala Satpol PP Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, hingga pukul 23.00 WIB Sabtu (3/7) ditemukan 137 pelanggar dari 31 Kecamatan.

"Jumlahnya yang sudah masuk 137 sampai pukul 23.00 WIB, total dari seluruh kecamatan. Setelah ini akan kita data, setelah itu kita lakukan tour of duty di tempat pemulasaraan, ke makam, untuk bisa memberikan since of crisis di masa pandemi akan muncul. Sehingga mereka bisa menjaga protokol kesehatan lebih tinggi lagi. Besok pagi kita minta mereka kerja bakti secara bergantian, karena belum dirapid, takutnya mereka positif. Lalu melihat proses pemandian dan memberi makan ODGJ," pungkasnya.