Misteri Pejabat yang Tak Dukung PPKM Darurat



PPKM darurat sudah dilakukan sejak kemarin (3/7) hingga 20 Juli mendatang. Namun, disebutkan masih ada beberapa pejabat yang belum mendukung adanya PPKM darurat ini.

Hal ini disampaikan oleh Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto. Namun dia tak menjelaskan siapa pejabat yang dimaksud.

Agus menuturkan, pihaknya saat ini tengah melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Agung dan Jampidum. Hal ini dalam rangka merumuskan pasal apabila terdapat pejabat yang menghalangi jalannya PPKM darurat.

"Kami sedang melaksanakan koordinasi dengan Kejaksaan Agung, tadi dengan Jampidum, kami sudah koordinasi dalam rangka merumuskan pasal-pasal sampai dengan apabila ada pejabat yang menghalangi atau menghambat pelaksanaan PPKM darurat yang nantinya akan dilaksanakan karena disinyalir masih ada beberapa pejabat yang belum mendukung pelaksanaan PPKM darurat maupun PPKM mikro selama ini," ucap Agus dalam konferensi pers yang disiarkan lewat kanal YouTube Kementerian Kesehatan, Sabtu (3/7/2021).

Dia mengatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memerintahkan agar Operasi Aman Nusa digelar lagi. Dia mengatakan operasi tersebut bakal digelar di seluruh wilayah.

"Khusus satgas penegakan hukum, Bapak Kapolri telah mengarahkan kepada jajaran untuk disusun cara bertindak dan pasal-pasal yang sudah dikoordinasikan dengan pihak kejaksaan. Sehingga terjadi hal-hal yang disampaikan Bapak Menko tadi, menjual (obat) dengan harga lebih mahal, sengaja menimbun, akan kita lakukan penegakan hukum," tuturnya.

Dia mengatakan kejaksaan telah menyatakan bakal mendukung langkah penegakan hukum oleh Polri semasa PPKM darurat. Agus menegaskan pihak yang membahayakan keselamatan warga akan ditindak tegas.

Sementara itu, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut angka COVID-19 di Indonesia berkali-kali memecahkan rekor. Luhut memprediksi angka pandemi COVID-19 di Indonesia masih bakal terus menanjak.

"Ini 10 hari ke depan menurut hemat saya, mungkin dua minggu ini juga akan terus bisa naik. Ini karena masa inkubasi varian ini masih jalan," kata Luhut.

Sebagaimana diketahui, angka tertinggi kasus baru COVID-19 telah terlampaui berkali-kali. Terakhir, Jumat (2/7) kemarin, ada 25.830 kasus baru COVID-19 dengan angka kematian baru 539 orang dalam sehari.

Menurut Luhut, angka itu bakal terlampaui. Soalnya, masa inkubasi virus Corona belum berakhir.

"Ini masa kritis dua minggu ini," kata Luhut.