Pemkot Semarang Siapkan Rp 12 M untuk Bansos Saat PPKM Darurat



Semarang - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyiapkan bantuan sosial (bansos) berupa jaring pengaman sosial untuk masyarakat yang membutuhkan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dilaksanakan. Anggaran yang disiapkan untuk bansos tersebut total mencapai Rp 12 miliar.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memberikan keterangan kepada wartawan. Anggaran tersebut berasal dari anggaran belanja tak terduga (BTT).

"Jaring pengaman sosial sudah disyaratkan dalam Inmendagri, kami sudah melakukan rapat mengeser dana BTT sampai Rp 12 miliar kita arahkan pembelian 100 ribu sembako," kata pria yang akrab disapa Hendi itu, di Balai Kota Semarang, Jumat (2/7/2021).

Bantuan tersebut ditargetkan untuk masyarakat kurang mampu yang terdampak PPKM Darurat.

"Target akan dibagi minggu depan antara Kamis atau Jumat dengan kriteria warga terdampak yang belum pernah terima bantuan PKH, BST, kementerian, pusat, provinsi. Akan bagikan minggu depan," jelasnya.

Untuk diketahui, Kota Semarang menjadi salah satu daerah yang menerapkan PPKM Darurat. Pengetatan dilakukan di berbagai sektor, di antaranya penutupan mal dan tempat ibadah.

"Kami zoom meeting dengan para kiai dan takmir tiga masjid besar, dan DMI, persatuan gereja Kristen Protestan, dari Hindu Dharma, Walubi, dan Klenteng. Bisa memahami dan akan tutup sementara sampai 20 Juli," jelasnya.

Untuk mal, Hendi menjelaskan akan tutup semua namun ada akses untuk pembelian makanan. Sedangkan pasar, minimarket, dan tempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari buka dengan protokol ketat termasuk membatasi kapasitas orang dalam tempat tersebut.

"Mal ditutup selama 3-20 Juli. Masa tempat ibadah tutup mal nggak. Pasar termasuk boleh buka, hal-hal logistik, toko kelontong, grosir sembako, maksimal buka sampai jam 20.00 WIB, 50 persen kapasitas (pengunjung)," imbuhnya.