Tes Makin Rendah, Kasus Covid-19 Turun, Kematian Rekor 1.383 Jiwa



Selama lima hari berturut-turut, tes spesimen Covid-19 makin turun. Alhasil, pada Rabu (21/7) kasus Covid-19 terlihat turun di angka terendah setelah libur Lebaran yakni 33.772 kasus. Kini total sudah 2.983.830 orang terinfeksi Covid-19.

Penurunan terlihat dari pemeriksaan spesimen selama lima hari berturut-turut. Yaitu hari ini, Rabu (21/7) 153.330 spesimen. Lalu 179.275 spesimen pada Selasa (20/7), 160.686 spesimen pada Senin (19/7), 192.918 spesimen pada Minggu (18/7), 251.392 spesimen pada Sabtu (17/7), 258.532 spesimen pada Jumat (16/7). Maka penurunan terlihat pada kasus harian.

Kasus harian Covid-19 makin turun yakni Senin (19/7) 34.257. Hari Minggu (18/7) 44.721 sehari. Sabtu (17/7) 51.952 sehari. Memang hari ini, Selasa (20/7) agak sedikit naik di angka 38 ribu. Dan hari ini kembali turun di angka terendah, sebab testingnya rendah.

Tes yang rendah justru tak sejalan dengan angka kematian. Rendahnya kasus justru tak berbanding lurus dengan angka kematian yang memecahkan rekor.

Angka kematian hari ini pecah rekor 1.383 jiwa sehari. Angka kematian juga mencapai rekor tertinggi selama pandemi seiring dengan angka ketersediaan tempat tidur (BOR) di RS yang semakin penuh. Sebelumnya angka kematian sempat pecah rekor dalam sehari, Senin (19/7) sebanyak 1.338 jiwa.

Jawa Timur mencatatkan kematian paling tinggi sebanyak 402 jiwa sehari. Jawa Tengah 386 jiwa sehari. Jawa Barat 119 jiwa sehari. DKI Jakarta 95 jiwa.

Kasus Covid-19 terbanyak harian disumbang Jawa Barat 5.950 kasus. DKI Jakarta 5.904 kasus. Jawa Tengah 4.253 kasus. Jawa Timur 3.859 kasus.

Kasus aktif bertambah 498 kasus sehari. Jumlah pasien aktif kini sebanyak 549.694 orang.

Hanya 116.232 orang yang diperiksa dengan metode TCM, PCR, dan antigen. Angka positivity rate mencapai 29,06 persen.

Pasien sembuh harian bertambah 32.887 orang. Paling banyak kasus sembuh terjadi di DKI Jakarta sebanyak 10.558 orang. Dan total angka kesembuhan saat ini sebanyak 2.356.553 orang.

Sudah 510 kabupaten kota terdampak Covid-19. Tak ada provinsi di bawah 10 kasus. Dan tak ada satupun provinsi dengan nol kasus.

Kasus Diklaim Turun, Faktanya BOR Masih 90 Persen

Sekjen Asosiasi RS Swasta Seluruh Indonesia ARSSI drg. Iing Ichsan Hanafi, MARS menegaskan fakta di lapangan, belum terjadi penurunan tempat tidur rumah sakit. Faktanya justru tempat tidur masih penuh.

“Malahan kecenderungan kondisi pasien yang datang itu sudah kondisi sedang dan berat,” tegasnya kepada JawaPos.com.

“Iya mungkin kelamaan isoman di rumah (kondisinya sedang dan berat),” lanjutnya.

Berdasarkan data, menurut drg. Ichsan, angka BOR di RS swasta saat ini masih di atas 90 persen. Tak terlihat menurun selama PPKM darurat diberlakukan.

“BOR masih di atas 90 persen ya. Sama sekali sejak PPKM, belum kelihatan (menurun),” ungkapnya.

Menurutnya, angka itu termasuk situasi tempat tidur di IGD belum menunjukkan tren penurunan. Apalagi ICU.

Bahkan, kata dia, kini krisis oksigen masih terjadi. Salah satunya di rumah sakit swasta di Bandung.

“Karena yang datang sedang dan berat, pemakaian oksigen juga cukup tinggi ya. Karena pasien harus masuk ruang HCU dan ICU. Teman-teman di Bandung juga sampai sekarang kesulitan oksigen,” katanya.

Sejumlah BOR RS paling parah terjadi di Jabodetabek, Bandung, Jawa Tengah. Dan Waiting List ICU pasien Covid-19 mencapai 15 pasien Covid-19.