TNI AL Selamatkan 5 Nelayan yang Terdampar di Laut Malaysia



Aksi penyelamatan dilakukan TNI Angkatan Laut (AL), terhadap lima orang nelayan yang terdampar di perbatasan laut Indonesia-Malaysia, tepatnya di Selat Malaka.

Para nelayan tersebut terdampar, karena kapal motor yang mereka gunakan, karam. Menerima laporan ada lima nelayan tersebut, TNI AL langsung melakukan penjemputan.

Kelima nelayan asal Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara itu, dievakuasi TNI AL melalui KRI Kerambit-627. Setelah berhasil dievakuasi, mereka dilakukan cek kesehatan oleh petugas.

"Kelima nelayan tersebut telah menjalani tes swab antigen oleh pihak APMM (Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia), dengan hasil non-reaktif dan kelimanya dalam kondisi sehat semua ketika dilaksanakan serah terima," ungkap Komandan KRI Kerambit-627 Letkol Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja, Minggu 4 Juli 2021.

Kelima nelayan itu masing-masing bernama Dedy (36), Shahjemi (18), Tawakkal (16) Faisal (35) dan Muhammad Reza (14). Kondisi mereka semua sehat.

Panglima Komando Armada I Laksda TNI, Abdul Rasyid menjelaskan, kapal nelayan itu karam dan diselamatkan oleh nelayan Malaysia. Lalu dievakuasi ke Pulau Jarak, Malaysia.

"Akibat cuaca buruk kapal yang mereka tumpangi tenggelam. Beruntung mereka ditemukan dan diselamatkan oleh kapal nelayan Malaysia, selanjutnya diturunkan di Pulau Jarak Malaysia," jelas Abdul Rasyid.

Rasyid mengungkapkan evakuasi lanjut dilakukan TNI AL, merupakan hasil koordinasi dan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Malaysia. Dengan itu, kelima nelayan langsung dibawa kembali ke Sumatera Utara.

"Hubungan diplomasi yang terjalin antara TNI AL dan APMM selama ini memudahkan proses pemulangan kelima nelayan oleh KRI Kerambit-627," tutur Abdul Rasyid.

Kemudian, petugas TNI AL menyerahkan kelima nelayan tersebut kepada keluarganya masing-masing.

"Selanjutnya kelima nelayan tersebut dipertemukan kembali dengan keluarga mereka masing-masing, melalui Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) I Belawan," jelas Abdul Rasyid.