Wanti-wanti Polisi Balas Ajakan Demo 'Jokowi End Game' saat Pandemi



Seruan aksi menolak PPKM tanggal 24 Juli beredar di media sosial. 

Seruan aksi bertajuk 'Jokowi End Game' itu juga mencatut beberapa logo komunitas, di antaranya komunitas ojek online (ojol).

"Seruan Aksi Nasional 'Jokowi End Game': Mengundang seluruh elemen masyarakat!! Untuk turun ke jalan menolak PPKM dan menghancurkan oligarki istana beserta jajarannya," demikian seruan pada poster tersebut. Dituliskan aksi itu akan dilakukan pada 24 Juli dengan melakukan long march dari kawasan Glodok ke Istana Negara.

Selain poster tersebut, seruan aksi secara serentak di beberapa kota pada 24 Juli yang turut disebar akun @blokpolitikbelajar di Instagram dan di WhatsApp. 

Aksi diklaim akan dimulai besok selama berhari-hari di beberapa kota, mulai Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor, Brebes, Indramayu, Semarang, Solo, Sukoharjo, Kudus, Kediri, Surabaya, Banjarmasin, Pontianak, Samarinda, Kendari, hingga Padang.

Blok Politik Pelajar sendiri menyebut kemarahan warga sudah pecah sehingga memicu adanya demonstrasi tersebut. Mereka mengklaim massa yang turun ke jalan tidak tergabung dalam satu kelompok tertentu.

"Kemarahan warga akhirnya pecah. Warga akan turun ke jalan selama berhari-hari tanpa identitas, golongan, kelompok, maupun bendera, mereka yang turun ke jalan adalah warga yang muak dengan situasi saat ini," tulis akun @blokpolitikbelajar.

"Mengacu pada metode aksi *Be Water*, aksi ini akan cair bekerja, segala bentuknya akan terus berkembang, tidak ada ketua, tidak ada aksi ini milik siapa, semua ini milik warga," sambungnya.

Peringatan Polri
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono meminta masyarakat tidak membuat kerumunan di masa pandemi yang belum reda ini. Argo juga mengingatkan soal konsekuensi warga yang mengganggu ketertiban.

"Kalau memang dilakukan, mengganggu ketertiban umum, ya kita amankan," tuturnya.

Senada, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus juga mengimbau masyarakat untuk memahami kondisi kasus COVID-19 di Jakarta yang masing tinggi. Masyarakat diharapkan kesadarannya untuk tidak membuat kerumunan jika ingin pandemi usai.

"Lihat rumah sakit, kuburan, udah penuh. Apa mau diperpanjang lagi PPKM ini sementara masyarakat mengharapkan supaya bisa relaksasi. Tapi intinya di sini bagaimana masyarakat mau sadar, mau disiplin hindari kerumunan," ujar Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (23/7/2021).

Polda Metro Siap Tampung Aspirasi
Lebih lanjut Yusri mengimbau elemen masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya ke Polda Metro Jaya.

"Silakan kalau mau menyampaikan pendapat, datang ke Polda Metro, akan kita terima. Secara bijak untuk kita bisa hindari kerumunan supaya jangan jadi klaster lagi. Bagaimana kita bisa relaksasi kalau kegiatan kerumunan lagi. Kasihan rumah sakit-kuburan udah penuh," jelas Yusri.

Komunitas Ojol Tak Akan Turun
Pada Jumat (23/7) kemarin, komunitas ojol menemui Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran di kantornya. Dalam kesempatan itu komunitas ojol menyatakan komitmen untuk tidak turun ke jalan.

"Di sini kami mewakili ojol yang kemarin sempat naik isunya untuk masalah aksi yang akan turun ke jalan tanggal 24 (Juli), kami menyatakan itu hoax dan tidak ada," kata Allen.

Dalam kesempatan itu Allen juga meminta penyebar hoax seruan 'Jokowi End Game' yang mencatut logo komunitas ojol untuk ditangkap.

"Sekali lagi, yang menyebarkan isu tersebut kami minta buat Pak Kapolda diproses hukum dan ditindak karena itu sangat meresahkan dan merugikan kami sebagai ojol," katanya

Apresiasi Kapolda Metro
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengapresiasi komitmen komunitas ojek online (ojol) yang menyatakan tidak ikut aksi serentak 24 Juli. Fadil Imran meminta semua pihak tidak membuat kegiatan yang menimbulkan kerumunan di masa pandemi COVID-19 ini.

"Saya juga apresiasi atas sikap yang lahir dari diri sendiri untuk tidak hadir dan mengikuti setiap kegiatan yang sifatnya menimbulkan kerumunan apa pun itu. Termasuk ajakan-ajakan untuk membuat aksi yang menimbulkan kerumunan," kata Fadil di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (23/7/2021).

Mantan Kapolda Jatim ini mengingatkan kondisi pandemi virus Corona yang masih tinggi saat ini di Jakarta. Fadil meminta tiap kegiatan yang menimbulkan kerumunan agar dihindari.

"Situasi pandemi ini sudah sangat sulit, jangan lagi dipersulit dengan hal-hal yang dapat menambah beban karena terpapar pandemi COVID-19," katanya.