Warga Tulungagung Boleh Hajatan Saat PPKM Darurat, Tapi...


Tulungagung - Satgas COVID-19 Tulungagung akan mengizinkan warga hajatan selama PPKM Darurat. Namun dengan aturan yang lebih ketat.

Anggota Bidang Komunikasi Satgas COVID-19 Tulungagung Deddy Eka Purnama mengatakan, sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 15 Tahun 2021, hajatan hanya diperbolehkan dihadiri oleh 30 tamu undangan. Pengetatan itu mulai berlaku pada Sabtu (3/7/2021).

"Sambil menunggu peraturan dari Provinsi Jawa Timur, hajatan masih diperkenankan, dengan dibatasi 30 orang. Kalau sebelumnya kan 50," kata Deddy, Jumat (2/7/2021).

Menurutnya Deddy, pembatasan maksimal 30 tamu undangan itu tidak berlaku untuk satu kali hajatan selama PPKM Darurat. Kondisi itu berbeda dibandingkan dengan regulasi sebelumnya, yang masih memperbolehkan sistem shift atau bergantian.

"Kalau yang sebelumnya maksimal 50 orang, tapi kalau tamunya 250 maka harus bergantian 50 kali lima shift. Sedangkan yang sekarang tidak boleh, maksimal ya 30 itu," jelasnya.

Masih menurut Deddy, selain pembatasan jumlah tamu undangan, sistem penyajian makanan tidak diperbolehkan dengan sistem prasmanan maupun makan di tempat. Namun pemilik hajatan diimbau untuk menjamu makanan tamunya dengan sistem 'take away atau dibawa pulang.

Deddy menambahkan, saat ini jumlah pengajuan izin hajatan yang masuk ke Satgas COVID-19 Tulungagung rata-rata 50 per hari. Jumlah pengajuan itu diprediksi akan mengalami lonjakan pada Bulan Dzulhijah mendatang.

"Karena biasanya hajatan itu ramai di bulan besar (penanggalan Jawa), kalau sekarang masih sela," jelasnya.

Sebelumnya pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan pengendalian penyebaran virus Corona, dengan melakukan PPKM Darurat yang berlaku 3-20 Juli mendatang. Di Jawa Timur terdapat 36 kabupaten/kota yang masuk PPKM Darurat, salah satunya Tulungagung.