PDIP Sebut Formula E Bakal Jadi Beban Politik Gerindra



PDIP DKI Jakarta menilai Formula E akan menjadi beban politik Partai Gerindra di masa depan.

Terlebih Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mempertanyakan manfaat penyelenggaraan Formula E.

"Saya rasa bukan lepas tangan, tapi memang melihat secara politik Formula E ini akan menjadi beban politik ke depannya," kata Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah saat dihubungi, Minggu (28/11/2021).

Ima menuturkan persiapan Formula E yang sejak awal tidak transparan serta penyelidikan yang sedang berproses di KPK akan menjadi beban bagi parpol di kemudian hari. Menurutnya, tidak akan ada parpol yang mau terkena dampak negatif dalam ajang Formula E.

"Dengan semua proses yang tidak transparan, potensi kerugian dan kasus hukum yang membelenggu. Tentu tidak ada partai politik yang mau terkena imbasnya," jelasnya.

Anggota Komisi E itu mengaku heran atas tindakan Gubernur DKI Anies Baswedan dan jajarannya yang tetap bersikeras menyelenggarakan Formula E.

"Makanya saya semakin heran, sampai partai politik pengusung dilawan demi Formula E, ini kan artinya hebat betul Formula E ini sampai bisa bikin gaduh seperti ini," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah mempersiapkan sejumlah hal untuk menyongsong Formula E yang akan digelar pada 2022. Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mempertanyakan apakah Formula E dapat membuat warga DKI Jakarta bahagia.

"Begini, Formula E itu sebuah event yang akan diselenggarakan tahun depan kan. Dari awal itu kami termasuk dan kami akan membela terus kepemimpinan Mas Anies di DKI Jakarta sampai berakhirnya periode. Di DKI Jakarta, kami support terus," kata Muzani kepada wartawan, Sabtu (27/11/2021).

Partai Gerindra bersama PKS memang partai yang mengusung Anies pada Pilgub DKI Jakarta 2017. Anies ketika itu berpasangan dengan politikus Partai Gerindra Sandiaga Uno, yang kini digantikan Ahmad Riza Patria.

"Tapi, pertanyaannya adalah apakah Formula E bagian dari kebutuhan masyarakat DKI Jakarta? Apakah itu yang menjadi kesejahteraan?" ujar Muzani.

Selama memimpin DKI Jakarta, Anies memang menggunakan slogan 'Maju Kotanya Bahagia Warganya'. Menyinggung slogan itu, Muzani mempertanyakan apakah Formula E membuat warga Jakarta bahagia.

"Karena tag line-nya itu 'Maju Kotanya Bahagia Warganya', apakah itu ukuran kemajuan dari sebuah kota? Apakah itu yang menyebabkan masyarakat Jakarta bahagia? Nah itu masalahnya," ucap Muzani.